TOP DOWN – BOTTOM UP PLANNING SEBAGAI ALTERNATIF PERENCANAAN STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH HINTERLAND SECARA PARTISIPATIF

(Kasus Studi Desa Cipelah Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung)

Pendahuluan

Sebagai upaya pengembangan wilayah dikenal beberapa konsep. Konsep – konsep yang digunakan senantiasa berkembang dan mengalami penyempuranaan karena reaksi kritik terhadap konsep-konsep sebelumnya dan  sesuai dengan perkembangan masalah yang dihadapi. Konsep pembangunan dipandang perlu disusun serta senantiasa disempurnakan walaupun suatu wilayah pada dasarnya berkembang dengan sendirinya walau tanpa suatu perencanaan (Williamson, 1965).

Tinjauan Teoritis

Secara umum pendekatan dalam pembangunan dikelompokkan dalam tiga konsep utama, yaitu Konsep pembangunan dari Atas, dari bawah, dan konsep pembangunan yang berbasis komunitas. Jika dibandingkan, konsep pembangunan dari Bawah cenderung lebih kuat karena wilayah kecil dapat mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri yang memungkinkan wilayah lokal membangun wilayahnya sendiri. Selain itu, konsep pembangunan berbasis komunitas lebih menekankan partisipsasi masyarakat dan sumberdaya lokal dengan semaksimal mungkin. Dibandingkan dengan konsep pertama dan kedua, konsep pembangunan berbasis masyarakat lebih diperhitungkan menjadi konsep alternatif karena kecendrungan prekonomian dunia yang semakin tanpa batas menyebabkan konsep yang ditawarkan menjadi utopian.

Implementasi konsep ini semakin dirasakan perlu dalam pembangunan nasional sejak diberlakukannya UU nomor 22 tahun 1999 dan nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Konsep ini sangat cocok untuk di pakai di wilayah pedesaan karena msyarakat pedesaan di Negara berkembang identik dengan manusia berbasis alam.

Studi kasus yang diambil adalah di desa cipelah yang memiliki karakteristik sebagai desa tradisional di kecamatan Ciwidey. Terdapat beberapa potensi dan peluang bagi pertumbuhan desa tersebut. Selain itu, jiwa kewirausahaan masyarakat setempat relatif rendah, terlihat dari pedagang di pasar desa tersebut yang seluruhnya berasal dari luar Desa Cipelah.

Kondisi tersebut akan sangat merugikan masyarakat desa cipelah yang akan berdampak kepada semakin miskin dan terbelakangnya masyarakat desa cipelah karena potensi yang ada di daerah ditarik / diambil oleh investor “asing” keluar daerah. Tentu harus dilakukan perubahan di desa cipelah dengan jalan memperkenalkan nilai-nilai modern yang rasional untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat yang ada dalam proses pembangunan. Kegiatan perencanaan tersebut dapat dilakukan melalui perumusan skenario, strategi, sampai pada program pembangunannya. Perumusan tersebut perlu dilakukan dengan seoptimal mungkin mengaktifkan partisipasi seluruh pihak terkait dan bertumpu pada sumber daya lokal.

Tujuan dan Sasaran Studi
    Tujuan studi adalah mengetahui implementasi perencanaan pembangunan guna memberdayakan masyarakat Desa Cipelah dalam mengembangkan perekonomiannya. Sasarannya adalah tersusunnya rumusan skenario, strategi, dan program pembangunan Desa Cipelah untuk 5 tahun rencana.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »