Menggapai Cita-Cita


Aku mungkin dianggap sebelah mata oleh kebanyakan orang. Mereka menggapku rendah, mereka menggapku hina. Aku hanyalah manusia biasa dengan banyak kekurangan. banyak sekali kekuranganku hingga mereka menganggapku rendah. Tapi kau bukanlah seperti yang kalian pikirkan. Aku tetaplah aku, bakaimanapun kalian menrendahkanku. Aku juga punya mimpi yang ingin aku wujudkan. Mimpi besar yang mungkin akan membuat kalian tertawa.
Aku punya mimpi, sekeras apapun kalian menggangguku tak akan berhasil karena aku punya tekat kuat. Aku punya mimpi, ingin melanjutkan sekolah ke BELANDA. Aku tau akan sangat sulit. Dengan situasi perkuliahan seperti ini sepertinya sangat mustahil. Ini mimpiku, aku punya jalan sendiri untuk mewujudkannya. Ditengah semua masalah yang menimpaku aku berusaha tetap tegar. Menyembunyikan semuanya dari orang-orang terdekatku. Berusaha bahagia melihat mereka bahagia. Meski aku dalam tekanan aku tetap bahagia. Melihat mereka, orang yang menyayangiku bahagia sudah cukup membuatku terhibur, sudah cukup membuatku senang.
Mereka, mereka yang saat itu dekat padaku kini mulai menjauhiku. Mulai meninggalkanku. Seakan aku tak memiliki teman disini, aku tak memiliki siapapun kecuali Kakakku tercinta yang selalu memberiku semangat tentang arti perjuangan hidup, tentang arti hidup yang sebenarnya. Walaupun mereka kalian terus menekanku aku tak akan gentar ataupun mundur menggapai mimpiku. Aku adalah aku yang selalu tabah menjalani segalanya sendirian.
Aku punya hati, hati yang akan sakit jika disakiti. Tapi aku hanya manusia yang kesepian. Kesepian yang selalu menghampiriku, walaupun dalam keramaian. Tak ada yang bisa kulakukan. Akuhanya bisa terus tabah menghadapi semua ini, semua masalah pasti memiliki jalan keluarnya. Aku memiliki mimpi yang akan aku wujudkan tak peduli badai menghadang, tak peduli apapun yang menghalangiku.
Mungkin saat ini tidak ada yang menginginkanku. Jika aku pergi mungkin mereka tidak akan memikirkanku. Bahkan untuk mengingat kenangan indah mereka bersamaku mungkin juga tidak. Kini aku sendirian, sendirian menghadapi semua masalah ini. walaupun begitu aku tetap tegar. Tak akan ku tunjukkan kerapuhanku didepan mereka, orang yang menyayangiku karena aku sayang mereka.
Mimpiku, mimpiku yang pasti akan aku gapai meski sesulit apapun halangannya. Aku akan berusaha sekuat tenaga, meski akan aku bayar dengan darahku. Aku menyayangi kalian, kalian semua yang menyayangiku. Terimakasih karena telah ada untukku dan selalu ada untukku.
Saat ini memang aku belum menjadi apa-apa. Boleh saja kalian menganggap rendah diriku, tapi lihat saja. Suatu saat nanti kalian akan kagum dan takjup kepadaku. Kalian akan mencabut semua perkataan kalian dulu terhadapku. Lihat saja nanti.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
15 March 2012 at 22:31 delete

curhat nih?hehe
menggapai mimpi memang butuh perjuangan bro,tetap semangat!
kau tak sendiri, ada Tuhan yang selalu mendengarkan doa"mu.
ganbatte^^

Reply
avatar