Mengenal Ikan Fatin, Eh? Maksudnya Ikan Patin

Ikan Patin, bukan Fatin (c) bibitikan.net

Beberapa hari yang lalu saya sudah posting salah satu foto saya bersama ikan patin yang sudah sedikit keblinger. Ternyata banyak juga yang komentar dan tertarik. Beberapa di antaranya berkomentar yang menyamakan antara ikan Patin dengan Fatin si penyanyi itu. Haha. Antara udah tahu tapi pura-pura gak tahu karena memang buat guyonan atau memang belum tahu apa itu ikan patin. Yaudah, itu kemudian membuat saya tergerak membuat sedikit ulasan tentang ikan raksasa air tawar yang satu ini. Jujur saya sendiri belum mengetahui seperti apa wujud ikan patin itu sampai kemarin di hari minggu kolam di belakang rumah itu dikuras.


Dalam Wikipedia, dijelaskan bahwa Ikan Patin adalah sekelompok ikan berkumis (Siluriformes) yang termasuk dalam genus Pangasius, familiaPangasiidae. Nama Patin juga disematkan pada salah satu anggotanya, P. Nasutus. Kelompok hewan ini banyak yang bernilai ekonomi, seperti Patin dan Patin Siam (P. Hypophthalmus syn. P. sutchi, atau beberapa pustaka menyebutnya jambal siam. Beberapa anggotanya yang hidup di sungai Mekong dikenal berukuran sangat besar, mencapai panjang dua meter lebih.
Uh, nama-nama latin itu bikin keblinger. Haha. Sudahlah, saya juga gak gitu paham istilah-istilah biologi itu. Mari kita ulas dari kaca mata orang awam saja.
Kalau saya menyebut ikan Patin yang hidup di kolam saya itu ikan predator atau ikan pemangsa. Kenapa? Soalnya ikan ini adalah jenis binatang omnivora, atau pemakan segala. Dengan ukuran tubuhnya yang hampir satu meter dan mulutnya yang lebar, bisa dipastikan ikan-ikan kecil yang baru saja lahir terpaksa harus terenggut nyawanya oeh ikan ini. Uh, padahal ikan dalam kolam saya kebanyakan ikan koi, sayang banget kan harus mati sia-sia anak yang baru lahir kemakan sama si ikan patin ini. Saran sih, kalau mau pelihara ikan patin sebaiknya jangan gabung sama ikan-ikan biasa, bisa dimakan nanti ikan-ikan kecil kalian.
Padahal sebenarnya ikan patin ini sangat bergizi lho. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan gizi di dalam ikan patin yang berupa lemak tak jenuh (USFA sebesar 50%) sangat bagus untuk mencegah terjadinya resiko penyakit Kardiovaskular. Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk menurunkan besarnya kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena penyakit jantung koroner. Buat yang lagi jalanin program diet, ikan patin ini rekomendasi banget dah jadi makanan sehari-hari. Soalnya kadar kolesterol yang rendah dalam ikan patin bisa bikin asupan kolesterol dalam menu makan harian kalian jadi berkurang.
Bahasa awamnya, ikan patin ini sodaraan sama ikan lele atau catfish. Liat aja bentuk mulut, mata, kumis, badannya yang tanpa sirip, mirip semua sama ikan lele, kecuali mungkin badannya yang bisa jadi besar banget. Habitat asli ikan Patin ini di sungai, biasanya suka sembunyi di liang-liang dasar sungai. Coba deh cari di sungai yang masih belum tercemar, mungkin kalian bisa nemu nih ikan. Hehe. Ikan ini hidup di dasar sungai, kolam atau habitnya, jadi kalau mau nyari ikan ini musti menyelam dulu. Tapi kadang-kadang ikan ini muncul kok di permukaan buat menghirup oksigen dari udara langsung, jadi coba aja tungguin di permukaan. Haha.
Uh, udah paham kan sekarang bedanya Ikan Patin sama Fatin Sidqia Lubis? Hahaha. Ah, becanda doang kok. Yang jelas antara Ikan Patin ataupun Fatin itu sama-sama keren. Ikan Patin keren berkat gizinya yang tinggi. Cara ngerawatnya pun enggak sulit. Kasi aja makanan apa aja, pasti diembat. Haha. Fatin yang penyanyi juga keren kan, siapa sih enggak tahu si Fatin.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar