Review Novel Spammer: Cerita Kelam dari 'Dunia Bawah Tanah'


Review Novel Spammer
blurb
Code name: Leak

Seorang hacker andal yang disewa pengusaha korup untuk menghalau langah KPK.

Code name: Bocah_Koplak

Seorang spammer yang mendapat uang dari menyebarkan virus ke ribuan komputer secara acak.

Vergis tak menyangka kegiatan spamming yang dilakoninya akan mendatangkan bencana. Hidupnya berubah mencekam ketika ia diserang sekelompok orang yang berniat membunuhnya. Ternyata, tanpa disengaja, virus yang Vergis sebar berhasil mencuri file bukti tindak korupsi yang dilakukan Aven Dogoan bersama anggota DPR dan menteri. Aven pun bertekad, Vergis harus dihabisi.

Sialnya, ke mana pun Vergis pergi, keberadaannya selalu berhasil dilacak oleh hacker bernama Leak. Karena tak bisa lari lagi, Vergi akhirnya memutuskan untuk balas melawan. Adu taktik serta kecerdikan tak terelakan. Perang di antara kedua peretas tersebut menjadi semakin berbahaya, apalagi ketika Leak dan Aven berhasil menculik Rinjani, kekasih Vergis. Vergis pun harus mencari cara guna menyelamatkan kekasihnya, meski nyawa mereka menjadi taruhannya.

***
Sebelum saya mulai, mungkin ada yang bertanya kenapa judulnya Cerita Kelam dari 'Dunia Bawah Tanah'. Jujur, sebenarnya saya bingung memilih judul yang pas. Jadi saya pilih saja judul ini yang kebetulan terlintas dipikiran dan memang Vergis, tokoh utama yang bekerja di 'dunia bawah tanah' mengalami cerita kelam hingga harus bertaruh antara hidup dan mati.

Spammer, adalah sebuah novel bergenre thriller setebal 316 halaman karya Ronny Mailindra. Saya mengenal penulis novel ini justru di waktu novel ini rilis melalui akun facebok-nya. Karena kebetulan saya juga menyukai novel bergenre serupa, seperti Misteri Patung Garam Karya Ruwi Meita atau Rahasia Hujan karya editor novel yang akan saya review ini, Adham T Fusama. Meskipun Spammer tidak bercerita tentang thriller detektif yang saya suka, novel ini tetap menarik untuk dibeli.

Alasan yang membuat saya tertarik membeli novel ini  adalah “spammer” dan “korupsi”. Spammer, yah, sebagai seorang penulis amatir sekaligus blogger, tentu saja kata itu sangat tidak asing—paling tidak saya paham lah sedikit-sedikit. Dan koruptor? Wow, ini kombinasi yang menarik menurut saya. Ide yang sangat unik untuk diangkat menjadi sebuah karya fiksi. Sedikit pikiran terlintas ketika selesai membaca, “bagaimana kalau seandainya koruptor yang asli menggunakan cara dalam novel ini untuk memuluskan langkahnya?” Ah, tapi pikiran itu buru-buru hilang setelah berpikir ulang, mana mungkin koruptor mau baca buku, apalagi novel. Paling yang diurusin itu cuman duit buat foya-foya atau proyek korupsinya.

Memiliki ide cerita yang unik adalah salah satu keunggulan dalam novel ini. Selama ini saya belum pernah menemukan novel dengan ide yang bahkan mirip seperti ini. Kemungkinannya ada dua, ide ini memang benar-benar segar atau saya yang bacaannya masih sangat minim sehingga tidak tahu sudah ada yang menangkat ide serupa. Yang jelas saya sangat suka ide yang diangkat dalam novel ini. Tentang seorang spammer yang tidak sengaja masuk dalam lingkaran setan—begitu lah kira-kira saya menyebutnya.

Dalam novel ini diceritakan sebagai tokoh utama adalah Vergis, seorang spammer yang selalu ingat petuah pamannya di saat kesulitan. Petuah ini lah yang sebenarnya menjadi kunci perjalanan hidup Vergis. Meski begitu penting peran dari tokoh bayangan ini, sampai novel ini khatam saya tidak kunjung bisa membayangkan seperti apa dan bagaimana karakter seorang paman yang tidak disebutkan namanya ini.

Selain tokoh paman, ada tokoh lain yang sebenarnya bukan tokoh bayangan tapi sampai novel ini tamat, keberadaan dan siapa sebenarnya dia masih misterius. Code name-nya Dukun_101, tokoh yang sangat menarik perhatian saya. Siapa sebenarnya orang ini? di dunia maya dia sangat dekat dengan Vergis, bahkan bisa dibilang sahabat. Awalnya sempat terlintas di pikiran saya kalau Dukun_101 ini adalah Roy, teman Roy yang ikut diculik. Tapi ternyata dugaan itu salah. Lalu, siapa Dukun_101 yang sebenarnya memiliki kemampuan hacker maha hebat ini? Hanya penulis dan Tuhan yang tahu.

Novel ini juga kaya akan informasi. Lewat Spammer, saya baru tahu kalau virus trojan ternyata kiriman dari pelaku spam. Haha. Serius, saya baru tahu ini. Padahal, ya, yang punya laptop atau pc pasti tidak asing dengan nama virus ini. Kamu yang membaca Spammer—selain pelaku spam atau hacker—juga bisa menambah wawasan tentang dua dunia itu lewat novel ini. Ada banyak informasi menarik di dalamnya.

Untuk ceritanya sendiri, meskipun menurut saya ide ceritanya segar, tapi jujur di beberapa bab awal saya merasa sedikit bosan. Alur yang terlalu panjang dan berbelit-belit membuat saya harus melompati beberapa paragraf. Setelah membaca utuh novel ini baru saya sadar kalau penulisan yang cukup detail itu merupakan bagian dari ciri khas bercerita penulis. Ciri khas yang agaknya sedikit mengganggu saya.

Tidak ada yang salah dengan itu, bahkan menulis novel memang harus detail. Tapi entah bagaimana itu justru agak mengganggu saya kali ini. Mungkin karena ada kesan detail yang dibuat terlalu dipaksakan atau ini hanya soal selera saja. Bab-bab awal terasa begitu lamban. Kalau diibaratkan film, mungkin ini seperti adegan slow motion yang seharusnya tidak perlu ada.

Saya mulai menikmati membacanya ketika memasuki halaman 200-an. Temponya berlangsung lebih cepat dan lebih banyak adegan serunya karena sudah masuk inti cerita.

Oke, akhir kata, saya berikan 3 dari 5 bintang untuk novel ini. sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis di sini. Tapi berhubung nanti jadi terlalu panjang dan membosankan, jadi cukup sekian saja dari saya. See ya di review novel saya selanjutnya.

Oh iya, sebelum saya menutup Review Novel Spammer ini, saya ingin mengutip kalimat yang dilontarkan Vergis yang agaknya menyindir banyak orang di dunia maya. Walaupun ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan jalan cerita.

Vergis mendongak. Langit tampak menguning. Mentari jingga menggantung rendah. Vergis mendesah.

“Pastilah langit seperti ini yang membuat orang ingin menuliskan kalimat puitis di wall Facebook untuk mengatakan betapa kejam dunia dan Tuhan adalah salah satu follower-nya,” gumam Vergis Sinis. (Halaman 170)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »